Kabupaten Bogor kian menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah penyangga ibu kota yang terus berkembang pesat, tidak hanya dari sektor industri melainkan juga pendidikan tinggi. Dalam blueprint pembangunan nasional, kawasan ini secara resmi masuk ke dalam peta perluasan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI). Proyek strategis yang diinisiasi langsung oleh pemerintah pusat ini menandai babak baru bagi transformasi lanskap edukasi di wilayah Jawa Barat, sekaligus membuka peluang multiplier effect yang sangat lebar bagi masyarakat sekitarnya.

Pemanfaatan Lahan Bekas Perkebunan di Cimulang

Secara teritorial, kompleks kampus URI tersebut direncanakan berdiri megah di kawasan Cimulang, Kecamatan Rancabungur. Menariknya, konsep pembangunan kali ini mengusungologi efisiensi tata ruang dengan memanfaatkan lahan eks perkebunan kelapa sawit milik PTPN yang sudah tidak lagi produktif. Informasi mengenai pemilihan lokasi ini pertama kali menyeruak ke publik saat digelarnya prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur URI di Istana Negara pada 22 Juli. Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas pemerintah dalam mengonversi lahan tidur menjadi pusat literasi dan peradaban yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.

Menanggapi rencana monumental tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan respons positif serta apresiasi setinggi-tingginya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa kebijakan yang bersumber dari tingkat pusat tersebut akan disambut dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pernyataan tersebut disampaikannya saat diwawancarai oleh para wartawan pada Selasa, 28 Juli.

“Itu kan kebijakan pusat ya kita mendukung dan senang-senang saja, karena adanya URI itu bisa berdampak terhadap kemudahan kita dalam meningkatkan sumber daya manusia,”

Bukan sekadar institusi pendidikan konvensional, pengembangan kawasan URI di Rancabungur ini dirancang dengan konsep integrasi area yang komprehensif. Ajat menjelaskan bahwa posisi kampus yang berada di lahan eks perkebunan PTPN tersebut kelak akan berbatasan langsung dan menyatu dengan fasilitas sport center atau pusat pelatihan olahraga. Sinergi antara fasilitas akademik dan kompleks olahraga berstandar nasional ini diprediksi akan menciptakan ekosistem kawasan yang berdaya saing tinggi, menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kebugaran fisik dalam satu lanskap wilayah yang sama.

Katalisator Baru Pertumbuhan Ekonomi Regional

Secara makroekonomi, kehadiran sebuah universitas berskala nasional berfungsi sebagai magnet penarik pergerakan ekonomi. Masuknya ribuan civitas akademika—mulai dari mahasiswa, tenaga pengajar, hingga staf operasional—dipastikan akan mendongkrak permintaan di sektor sekunder dan tersier, seperti perumahan, transportasi, ritel, hingga jasa kuliner di sekitar Rancabungur. Ajat meyakini bahwa kehadiran institusi pendidikan akan menjadi pemantik utama tersedianya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inclusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

“Tentunya akan ada pertumbuhan ekonomi baru karena ada pemantik suatu universitas. Jadi, program-program nasional ini mempunyai implikasi terhadap pertumbuhan di Kabupaten Bogor,”

Hadirnya proyek unggulan ini sekaligus menjadi persimpangan penting bagi peningkatan taraf hidup masyarakat Bogor. Ajat menutup paparannya dengan menekankan harapan besarnya agar transformasi lahan eks perkebunan sawit tersebut dapat mewujudkan dampak positif yang merata. Dengan adanya integrasi antara URI dan fasilitas penunjangnya, diharapkan tidak hanya kualitas pendidikan yang terangkat, melainkan juga kesejahteraan ekonomi warga Kabupaten Bogor secara holistik.

“Harapannya ya mudah-mudahan itu mempunyai dampak positif terhadap masyarakat Kabupaten Bogor,”

Tinggal menunggu waktu, perlahan namun pasti, Cimulang akan berevolusi dari kawasan perkebunan yang senyap menjadi pusat geekspansi sains, olahraga, dan ekonomi yang cerdas di masa depan.